Terobsesi Acara Panji, Boca Tewas Digigit Ular

Share Artikel Ini Di :
Bocah Autis Tewas Digigit Ular
Terobsesi acara Panji Sang Penakluk Ular, seorang bocah autis tewas setelah ular tangkapannya balik menyerangnya saat baru satu hari dipeliharanya. Bocah yang tinggal di Gang Bendungan RT 02 RW 03, Kelurahan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, tewas Minggu (25/9) sore.
Ular yang mencabut nyawa Zulmi, 14, ini merupakan ular sungai. Ular-ular ini biasanya muncul saat hujan deras. Korban yang mengetahui ular pasti keluar, lalu berjalan kaki menuju sungai yang tidak jauh dari rumahnya.
“Dia ke sungai Senin (19/9) sore. Ular yang didapat, dia bawa ke rumah. Keesokan harinya dia digigit. Karena racunnya cepat menyebar, dia hanya bertahan satu minggu. Walau autis, dia ngerti, kalo sudah hujan turun, ular pasti banyak di sungai. Sore dia turun ke sungai dan menemukan ular yang warnanya item putih,” kata Yuniar, Ibu korban
Ular yang ditangkap ini, kemudian menggigit korban ketika bocah ini mengajaknya bermain ala Panji Sang Penakluk, saat baru sehari dipelihara. Usai kena gigitan ular, korban sempat bercerita ke temannya, Mikdat.
“Kami tahu kakinya di gigit ular dari temannya. Dia juga nggak ngerti bahaya gigitan ular, makanya dia diam. Begitu ada aneh di kaki dan kejang-kejang, baru dia bilang, tapi sudah terlambat. Obat kampung tidak mampu menyelamatkan nyawanya,” papar sang bunda.
Kandar, ayah korban, berusaha mengeluarkan racun ular dengan cara menghisap luka gigitan di kakinya saat tubuh anaknya kejang-kejang. Pertolongan medis, korban sempat dibawa ke Klinik 24 jam terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi.
“Sesampainya di rumah sakit, ia mengalami koma selama lima hari dan akhirnya meninggal pada minggu (25/9) sore,” kata Kandar.
Menurut Kandar, anaknya itu terobsesi sekali dengan tayangan Panji Sang Penakluk Ular di satu TV swasta. Bahkan korban pernah menangis satu hari penuh, ketika permintaannya untuk dibelikan ular, tidak dipenuhi. Beberapa gelas dan piring sempat ia pecahkan dengan melempar ke lantai. Selain ular, bocah autis ini juga gemar pelihara serangga.
“Dia sudah beberapa kali digigit ular, makanya kaki, tangan dan badannya penuh luka. Kalau dulu, hanya meriang waktu kena gigit ular. Kami kasih obat kampung dan sembuh. Sekarang mungkin racun ularnya besar,” kata Yuniar.
Atas kejadian yag merengguk nyawa anak keduanya ini, keluarga Yuniar mengaku sangat terpukul. Mereka berharap, agar program TV, jangan terlalu menggambarkan hal yang berbahaya dan dapat ditiru oleh anak kecil. Tolong jam tayangnya bisa diatur biar anak-anak nggak nonton,” pinta ibu korban
[poskota.co.id]
Share Artikel Ini Di :

0 komentar:

Post a Comment

 

Catatan Kita Copyright © 2011