(Cerita Krimal ) Diparil Pejabat Perikanan

Share Artikel Ini Di :

JIKA sudah tidak cocok, janganlah lama-lama istri digantung, salah-salah lelaki lain mengajaknya “masuk sarung”. Tak percaya, lihat nasib Ny. Witri, 46 (bukan nama sebenarnya), dari Lampung ini. Karena rumahtangganya 2 tahun tak ada kejelasan, dia pun rela “dipatil” Wisnu, 53 (bukan nama sebenarnya),, pejabat Ditjen Perikanan dari Jakarta.
Perceraian adalah perbuatan halal yang dibenci Allah, begitu bunyi sebuah hadits Nabi. Bertolak dari dalil ini, berusahalah mempertahankan bingkai rumahtangga, meski dalam kondisi kritis sekalipun. Apa lagi bila sudah ada sejumlah anak, yang akan jadi korban bukan saja pasangan suami istri tersebut, tapi juga anak-anak mereka. Bagaimana tidak? Ikut ayah, ketemu ibu tiri. Ikut ibu, bakal ketemu ayah tiri. Padahal yang namanya ibu tiri, kejamnya lebih nyata dari Ibukota.
Sejak dua tahun lalu rumahtangga Witri – Halim dilanda masalah. Mereka sudah lama pisah rumah. Halim, 47 (bukan nama sebenarnya),, kini tinggal di Banjar Negeri Desa Negeri sakti Gedongtataan, sedangkan sang istri tetap di rumah lama, kompleks Perum Bumi Puspa Kencana, Rajabasa, Bandarlampung. Anaknya yang berjumlah 4 biji, dibagi dua sama rata, yang dua ikut ayah, yang dua lagi ikut ibu.
Dua tahun pisah rumah, otomatis Ny. Witri tak pernah lagi mendapatkan nafkah batin dari suaminya. Sebagai wanita muda yang masih demikian enerjik, sudah barang tentu dia merasa kesepian jadinya. Kebetulan perempuan semi janda ini masih berpenampilan prima di usianya yang nyaris kepala lima, sehingga masih banyak kumbanmg yang berusaha menclok dan menghisap madunya.
Kebetulan Ny. Witri bekerja di Kantor Pertanian, Tegineneng. Karena jabatan itu dia lalu berkenalan dengan Wisnu, mantan Kepala Dinas Perikanan & Kelautan Kabupaten Tanggamus, yang kini jadi pejabat di Ditjen Perikanan Jakarta. Orang pertanian ketemu orang perikanan, klop rupanya. Lalu keduanya pun pacaran, tak peduli akan status masing-masing.
Enak bagi Witri dan Wisnu, tapi sangat tidak nyaman bagi Ny. Eti (bukan nama sebenarnya),, istri sah pejabat Ditjen Perikanan tersebut. Tahu bahwa suaminya mulai tidak beres, dia pun membentuk TPF amatiran, sehingga kemudian ditemukan data bahwa suaminya bermain serong dengan Ny. Witri yang masih istri sah Halim. Ny. Eti sudah berusaha mengingatkan suaminya, tapi sang pejabat itu terus saja memacari Witri.
Terpaksalah Ny. Eti membuat siasat baru, mengajak koalisi dengan Halim, suami Witri. Dibeberkanlah data yang ada bla bla bla….., sehingga Halim pun kaget dibuatnya. Dia sama sekali tak menyangka bahwa selama ditinggalkannya, Witri tega pacaran dengan pejabat Ditjen Perikanan. “Jangan-jangan istriku sudah dipatil “lele dumbo” dari pusat ini,” kata Halim kesal.
Halim – Eti setuju membentuk satgas bersama, untuk menggerebek pasangan mesum itu ramai-ramai. Beberapa hari lalu, penggerebakan benar-benar dilakukan di Kompleks Bumi Puspa Kencana. Melihat “koalisi” istri dan suami WIL-nya, Wisnu mencoba kabur, tapi berhasil diringkus anak sulung Halim. Hari itu juga mereka diserahkan ke Polsekta Persiapan Rajabasa. Tapi pihak polisi sendiri masih bingung, pasal mana yang dipakai untuk menjerat keduanya. Soalnya, kalau sekedar dipergoki sedang nonton TV bersama di ruang tamu, itu belum memenuhi unsur perzinaan.
Yang nggrebek kurang sabar sih! (RL/Gunarso TS)
Share Artikel Ini Di :

0 komentar:

Post a Comment

 

Catatan Kita Copyright © 2011